Pemeriksaan barang penanggulangan bencana oleh tim aset Dikpora kota Bima

**Tim Aset Dikpora Kota Bima Lak
Pada hari Jumat, 6 Desember 2024, Tim Aset dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima melakukan pemeriksaan terhadap alat penangkal bencana yang baru saja dibeli oleh SDN 22 Jatibaru, sekolah penggerak yang terletak di Kota Bima. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari kegiatan pengawasan dan evaluasi penggunaan anggaran yang dilakukan oleh pihak Dikpora untuk memastikan bahwa setiap pembelian barang atau alat yang didanai oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan ketentuan dan digunakan dengan tepat.
Alat penangkal bencana yang dimaksud terdiri dari berbagai peralatan keselamatan yang diperlukan untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau kebakaran. Pembelian alat ini merupakan bagian dari upaya SDN 22 Jatibaru dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keamanan di lingkungan sekolah. Ibu Evi Sumanti, S.Pd., sebagai bendahara BOS, bertanggung jawab penuh atas pengadaan dan penggunaan anggaran untuk alat penangkal bencana ini.
Proses pemeriksaan dilakukan oleh Tim Aset Dikpora yang dipimpin oleh seorang koordinator, yang didampingi oleh sejumlah anggota tim. Mereka memeriksa kondisi fisik alat, keaslian dokumen pembelian, serta kesesuaian antara barang yang diterima dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen pengadaan. Tim juga memastikan bahwa alat penangkal bencana yang telah dibeli dapat digunakan dengan efektif dan efisien dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi di sekolah.
Selama pemeriksaan, Ibu Evi Sumanti, S.Pd., selaku bendahara BOS, turut mendampingi Tim Aset dan memberikan penjelasan terkait proses pengadaan serta penggunaan anggaran untuk pembelian alat tersebut. Ibu Evi juga menyampaikan bahwa pembelian alat penangkal bencana ini merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan dan keamanan siswa, serta untuk memenuhi standar prosedur keselamatan yang berlaku di lingkungan sekolah. Hal ini juga menunjukkan komitmen SDN 22 Jatibaru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Setelah pemeriksaan selesai, Tim Aset memberikan rekomendasi dan masukan terkait pemeliharaan serta penggunaan alat penangkal bencana ini agar tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan saja. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di SDN 22 Jatibaru, sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh civitas akademika di sekolah tersebut.