Menanamkan karaktet siswa setiap selesai kegiatan siswa membiasakan untuk jabat salam bapak dan ibu guru

Berita Kegiatan Pembiasaan Karakter SDN 22 Jatibaru Kota Bima

Kamis, 26 Februari 2026

Pada Kamis, 26 Februari 2026, SDN 22 Jatibaru Kota Bima kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan karakter yang menjadi rutinitas penting di lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah jabat salam setelah seluruh rangkaian aktivitas pagi selesai. Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Erman, S.Pd.I, yang dengan penuh dedikasi membimbing siswa agar terbiasa menerapkan sikap sopan santun dan saling menghargai.

Setelah kegiatan belajar dan pembiasaan pagi berakhir, seluruh siswa diarahkan untuk berbaris rapi dan menyalami guru-guru yang menunggu di area halaman sekolah. Dengan penuh antusias, para siswa bergantian berjabat tangan sambil mengucapkan salam hormat sebagai bentuk penghargaan kepada para pendidik. Suasana yang tercipta sangat hangat dan penuh keakraban.

Ibu Erman, S.Pd.I, menyampaikan bahwa pembiasaan jabat salam ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi bagian dari proses penanaman karakter yang harus diterapkan sejak dini. Melalui kegiatan sederhana ini, siswa belajar untuk menunjukkan rasa hormat, kesantunan, serta membangun hubungan yang baik dengan guru maupun sesama teman.

Selain menanamkan nilai moral, kegiatan jabat salam juga memperkuat kedekatan emosional antara siswa dan guru. Momen ini memberikan kesempatan bagi guru untuk memberikan senyum, motivasi singkat, atau perhatian kecil yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kebahagiaan pada diri siswa. Hal tersebut tentunya menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan harmonis.

Secara keseluruhan, kegiatan pembiasaan jabat salam pada hari itu berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. SDN 22 Jatibaru Kota Bima berharap kebiasaan baik ini terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkarakter, santun, dan berakhlak mulia. Dengan dukungan seluruh guru, termasuk peran aktif Ibu Erman, S.Pd.I, sekolah optimis dapat menciptakan budaya positif yang berdampak jangka panjang bagi perkembangan siswa.