SANGAJI BIMA = Selasa mengaji Berkarakter inovatif mandiri dan asyik

**Kegiatan Sangaji Bima di SDN 22 Jatibaru: Selasa Mengaji Berkarakter**
Selasa, 25 Februari 2025, SDN 22 Jatibaru, sekolah penggerak Kota Bima, kembali melaksanakan kegiatan rutin yang sudah menjadi bagian dari tradisi setiap hari Selasa, yaitu *Sangaji Bima* (Selasa Mengaji Berkarakter Inovatif Mandiri dan Asyik). Kegiatan ini dipandu oleh seluruh guru agama Islam dan beberapa guru lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman agama Islam siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter yang baik.
Pada kegiatan *Sangaji Bima* kali ini, siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil sesuai dengan kemampuan mengaji mereka. Pembagian kelompok ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapat perhatian lebih dalam belajar membaca Al-Qur'an dan memahami ajaran agama Islam dengan lebih mendalam. Setiap kelompok dipandu oleh guru yang berkompeten di bidangnya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Guru agama Islam dan guru lainnya yang terlibat dalam kegiatan ini bekerja sama dengan penuh semangat untuk memastikan bahwa setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Mereka tidak hanya mengajarkan teknik membaca Al-Qur'an, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai tafsir, sejarah, dan makna setiap ayat yang dibaca. “Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang mandiri, inovatif, dan asyik dalam belajar agama,” ujar salah satu guru yang terlibat.
Siswa-siswi terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan *Sangaji Bima*. Dengan adanya pembagian kelompok, mereka merasa lebih nyaman untuk berinteraksi dengan teman-teman sekelompok dan lebih percaya diri untuk bertanya kepada guru jika ada bagian dalam mengaji yang belum mereka pahami. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling belajar dan mengembangkan kemampuan mengaji mereka sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.
Melalui kegiatan *Sangaji Bima* ini, SDN 22 Jatibaru tidak hanya fokus pada pembelajaran agama Islam, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang mandiri dan inovatif. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan melibatkan banyak guru, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran agama di sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang baik pada setiap siswa. Semoga melalui kegiatan ini, para siswa semakin terinspirasi untuk mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.