Berbagi rejeki untuk warga wera yang terkena banjir bandang

**SDN 22 Jatibaru Kota Bima Gelar Pengumpulan Dana untuk Korban Banjir Wera**
Selasa, 4 Februari 2025, SDN 22 Jatibaru, sebagai salah satu Sekolah Penggerak di Kota Bima, mengadakan kegiatan pengumpulan dana secara sukarela untuk membantu warga Wera yang terkena musibah banjir bandang beberapa waktu lalu. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa dan guru yang dengan penuh semangat memberikan sumbangan untuk meringankan beban warga yang terdampak. Pengumpulan dana ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SDN 22 Jatibaru, Ibu Raodah, S.Pd.SD.
Kegiatan dimulai pada pagi hari setelah upacara bendera dan berlangsung dengan penuh antusiasme. Ibu Raodah, dalam sambutannya, mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menunjukkan rasa empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana banjir. “Mari kita bantu dengan segenap hati, walau sedikit, namun dengan niat yang tulus, semoga bisa meringankan beban mereka yang sedang membutuhkan,” ujar Ibu Raodah dengan penuh semangat.
Siswa dan guru SDN 22 Jatibaru menunjukkan perhatian yang besar dalam kegiatan ini. Meskipun baru berada di awal tahun ajaran, semangat kepedulian terhadap sesama sudah tercermin dengan kuat. Para siswa dengan sukarela mengumpulkan donasi dari kantong celana mereka, sementara para guru turut berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk memberikan contoh kepada anak didiknya tentang pentingnya berbagi dan saling membantu.
Dana yang terkumpul akan disalurkan langsung ke warga Wera yang rumahnya rusak parah akibat banjir bandang. Ibu Raodah juga menjelaskan bahwa pengumpulan dana ini tidak hanya bertujuan untuk membantu secara material, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial pada siswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa belajar bahwa berbagi kepada yang membutuhkan adalah bagian dari nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Ibu Raodah.
Sebelum kegiatan pengumpulan dana dimulai, Ibu Raodah juga memberikan pengertian kepada siswa mengenai kondisi terkini di Wera. Para siswa tampak serius mendengarkan penjelasan tentang bencana yang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan warga di sana. Dengan cara ini, mereka tidak hanya sekadar memberi sumbangan, tetapi juga memahami makna di balik kepedulian sosial yang sedang mereka jalani.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari orang tua siswa yang juga memberikan donasi melalui anak-anak mereka. Bahkan, beberapa orang tua yang hadir di sekolah mengungkapkan rasa bangga mereka atas inisiatif yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam mengajarkan nilai-nilai kepedulian kepada anak-anak mereka. “Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini, karena selain membantu sesama, anak-anak kami juga diajarkan untuk peduli dengan sesama,” ujar salah seorang orang tua siswa yang hadir.
Dengan terkumpulnya dana yang cukup signifikan, SDN 22 Jatibaru berencana untuk segera menyalurkannya kepada korban banjir di Wera. Ibu Raodah mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan berharap semoga bantuan yang diberikan dapat membawa sedikit kelegaan bagi warga Wera yang sedang membutuhkan. "Kepedulian kita mungkin tidak mampu mengembalikan segalanya, tetapi setidaknya dapat memberikan harapan dan semangat baru bagi mereka," tutup Ibu Raodah.