Kegiatan ekstrakurikuler marawis yang di pandu oleh guru Agama Islam

**Latihan Marawis di SDN 22 Jatibaru Kota Bima: Membentuk Karakter Melalui Ekstrakurikuler**

Pada sore hari Rabu, 22 Januari 2025, siswa-siswi SDN 22 Jatibaru yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah penggerak di Kota Bima, kembali mengadakan latihan marawis. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah ini bertujuan untuk melatih keterampilan musik tradisional sekaligus membentuk karakter dan kedisiplinan siswa. Dalam latihan tersebut, ibu Erma Ervina, S.Pd., selaku pembina, menjadi pengarah dan pelatih yang membimbing siswa-siswi dalam memahami teknik bermain marawis.

Marawis, sebuah alat musik tradisional yang khas dengan irama yang cepat dan ritmis, menjadi pilihan ekstrakurikuler di sekolah ini. Ibu Erma Ervina mengungkapkan bahwa marawis bukan hanya alat musik, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kerjasama, serta rasa tanggung jawab kepada para siswa. Selama latihan, para siswa diajarkan untuk bekerja sama dalam menghasilkan suara yang harmonis, serta saling mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama.

Kegiatan latihan marawis ini juga menjadi salah satu cara bagi sekolah untuk melestarikan budaya tradisional, khususnya dalam bentuk musik. “Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, siswa tidak hanya menguasai keterampilan musik, tetapi juga memiliki rasa cinta terhadap kebudayaan lokal yang perlu dilestarikan,” ujar ibu Erma dalam sesi wawancara setelah latihan. Para siswa antusias mengikuti latihan, bahkan ada beberapa di antaranya yang sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam memainkan alat musik marawis.

Selain itu, latihan marawis juga memberikan dampak positif dalam aspek sosial dan emosional siswa. Siswa yang sebelumnya kurang percaya diri kini mulai menunjukkan keberanian saat tampil di depan teman-temannya. Latihan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas siswa, serta meningkatkan kecintaan mereka terhadap seni budaya. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa senang dan bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi muda.

Kedepannya, SDN 22 Jatibaru berencana untuk mengadakan pertunjukan marawis di berbagai acara sekolah maupun masyarakat sekitar, sebagai wujud dari hasil latihan yang telah dilakukan. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk lebih mengapresiasi dan melestarikan budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler. Dengan semangat yang terus menyala, marawis di SDN 22 Jatibaru diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu kebanggaan sekolah.