Pembelian alat marawis untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa

Pada Senin, 20 Januari 2025, tim Dana BOS SDN 22 Jatibaru, sekolah penggerak yang terletak di Kota Bima, menerima alat marawis sebagai bagian dari upaya untuk memperkaya kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya di sekolah. Alat marawis tersebut dibeli melalui PT Airlangga Kota dan diserahkan langsung oleh Bapak Syarif, S.Pd, yang mewakili perusahaan tersebut. Acara penerimaan ini berlangsung dengan penuh semangat dan harapan akan meningkatkan kualitas kegiatan seni di sekolah.

Penerimaan alat marawis ini merupakan langkah positif dalam mendukung perkembangan seni tradisional di SDN 22 Jatibaru. Sebagai sekolah penggerak, SDN 22 Jatibaru berkomitmen untuk melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan seni tradisional kepada siswa-siswanya. Alat marawis yang diterima diharapkan dapat digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang akan melibatkan siswa untuk berkreasi dan mengekspresikan bakat mereka.

Bapak Syarif, S.Pd, yang hadir untuk menyerahkan alat marawis, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dalam membentuk karakter siswa. Beliau juga berharap dengan adanya alat marawis ini, siswa dapat lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia, khususnya seni marawis, yang memiliki nilai historis dan filosofis yang dalam.

Kegiatan serah terima alat marawis ini juga dihadiri oleh beberapa guru dan staf sekolah, yang turut menyaksikan momen penting ini. Pihak sekolah sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan, karena alat marawis ini akan memperkaya kegiatan seni di SDN 22 Jatibaru dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang musik tradisional. 

Dengan adanya alat marawis ini, diharapkan siswa dapat lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya. Selain itu, alat ini juga akan menjadi sarana untuk mempererat rasa kebersamaan dan kolaborasi antar siswa. SDN 22 Jatibaru semakin siap untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi siswa dalam berbagai bidang, termasuk seni budaya, yang menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah.