Alhamdulillah Pemasangan paving blok sudah mencapai 50 porsen


Pada Sabtu, 14 Desember 2024, SDN 22 Jatibaru, sekolah penggerak di Kota Bima, melaporkan perkembangan proyek pemasangan paving blok yang telah mencapai 50 persen. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pihak sekolah untuk memperbaiki infrastruktur dan memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa. Kepala SDN 22 Jatibaru, Ibu Raodah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut dan berharap proses pemasangan paving blok dapat selesai tepat waktu.

Ibu Raodah, S.Pd., menyatakan bahwa pemasangan paving blok ini sangat penting untuk menciptakan area yang lebih rapi, aman, dan nyaman di sekitar sekolah. "Alhamdulillah, pemasangan paving blok ini sudah mencapai setengah perjalanan. Kami bersyukur karena seluruh kegiatan berjalan lancar, meskipun ada beberapa tantangan dalam prosesnya. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam kelancaran proyek ini," ujar Ibu Raodah dengan penuh semangat.

Proyek pemasangan paving blok ini difokuskan pada area halaman sekolah, yang selama ini seringkali tergenang air hujan dan menjadi becek, mengganggu kenyamanan para siswa. Dengan adanya paving blok, diharapkan siswa dapat beraktivitas dengan lebih leluasa tanpa khawatir tergenang air atau kotoran. Selain itu, lingkungan yang lebih rapi juga dapat mendukung suasana belajar yang lebih kondusif.

Seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan melibatkan tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman, serta dengan pengawasan yang ketat dari pihak sekolah agar hasilnya optimal. Proyek ini juga mendapat dukungan penuh dari warga sekitar yang turut membantu dalam penyediaan material dan tenaga kerja. "Kami berharap proyek ini dapat selesai dalam waktu dekat dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh warga sekolah," tambah Ibu Raodah.

Dengan pencapaian 50 persen ini, SDN 22 Jatibaru semakin optimis bahwa pemasangan paving blok akan segera rampung dan memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Ibu Raodah berharap agar proyek ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan demi kenyamanan dan keselamatan siswa.